Penggunaan Angkong Besi untuk Angkut Material di Lokasi Pembangunan Desa Parangjoro
SUKOHARJO – Di tengah mesin molen yang terus berputar dan hamparan pasir bercampur semen, seorang anggota Satgas TMMD Reguler ke-129 Kodim 0726/Sukoharjo tampak sigap mengangkut material menggunakan angkong besi di lokasi pembangunan Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol.
Angkong memang hanyalah alat kerja sederhana. Namun, di tangan prajurit TNI, setiap dorongan menjadi bagian dari ikhtiar membangun desa. Batu, pasir, dan adukan semen yang diangkut sedikit demi sedikit menjadi fondasi lahirnya infrastruktur yang kelak memberi manfaat bagi masyarakat.
Di bawah terik matahari, Rabu (22/7), langkah prajurit tetap mantap. Jalur yang masih dipenuhi material dan tanah tidak mengurangi semangatnya untuk terus bolak-balik memasok kebutuhan pembangunan. Keringat yang mengalir seakan menjadi saksi bahwa keberhasilan TMMD bukan hanya ditentukan oleh alat berat, tetapi juga oleh kerja keras yang dilakukan secara konsisten.
Suasana di lokasi pun menggambarkan semangat gotong royong. Personel Satgas dan warga saling berbagi peran, mulai dari mengoperasikan mesin molen, menyiapkan material, hingga mengangkut adukan menggunakan angkong. Ibarat aliran sungai yang tak pernah berhenti menuju muara, setiap tenaga yang dikerahkan menjadi bagian dari satu tujuan bersama, yakni mempercepat pembangunan demi kesejahteraan masyarakat.
Bagi Satgas TMMD Kodim 0726/Sukoharjo, tidak ada pekerjaan yang dianggap kecil. Setiap dorongan angkong memiliki arti yang sama pentingnya dengan tahapan pembangunan lainnya. Dari alat sederhana itulah lahir jalan, jembatan, dan fasilitas yang akan mempermudah aktivitas warga dalam jangka panjang.
TNI kembali menunjukkan bahwa pengabdian kepada rakyat diwujudkan melalui kerja nyata. Hadir di tengah masyarakat, prajurit tidak hanya membangun sarana fisik, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan semangat gotong royong yang menjadi kekuatan utama dalam memajukan desa.(Red/Wr).
