Abutment Jembatan Cibubukan–Serasah Dikerjakan, Persiapan Pengecoran Terus Berlanjut
ACEH SINGKIL – Pembangunan Jembatan Perintis penghubung Desa Cibubukan dengan Desa Serasah di Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Aceh Singkil, telah masuk ke tahap abutment atau struktur penyangga utama pada Rabu (12/8/2026).
Pekerjaan pada tahap ini fokus pada penguatan mal yang akan berfungsi sebagai cetakan dan penahan beton saat pengecoran dilakukan.
Berbagai material untuk pengecoran mulai dikumpulkan dan ditempatkan di lokasi sebagai persiapan.
Aktivitas pengerjaan tampak makin intensif, dengan personel serta masyarakat melakukan tugas secara bertahap memanfaatkan sarana yang ada di lapangan.
Penguatan mal menjadi pekerjaan krusial karena mal akan menahan beton selama pengecoran sehingga posisi dan kestabilannya harus terjamin.
Pemasangan mal diperiksa dan diperkuat agar menghasilkan bentuk dan kekuatan struktur beton yang tepat.
Sementara itu, pendistribusian dan penataan material dilakukan bertahap agar proses pengecoran nanti dapat berjalan efektif.
Pembangunan jembatan ini mendapat perhatian warga Desa Cibubukan dan Desa Serasah karena selama ini akses penghubung kedua wilayah merupakan kebutuhan utama masyarakat.
Jembatan diharapkan mendukung mobilitas warga, aktivitas pendidikan, kegiatan ekonomi, serta berbagai kebutuhan harian.
Dengan hadirnya jembatan perintis, akses yang selama ini terbatas diharapkan berubah menjadi jalur yang lebih aman dan mudah dilalui.
Memasuki tahapan abutment menjadi momen penting sebab elemen tersebut merupakan salah satu penopang utama konstruksi jembatan.
Oleh karena itu, setiap tahapan dikerjakan bertahap dengan memperhatikan kondisi lapangan dan kebutuhan teknis konstruksi.
Penguatan mal sebelum pengecoran menunjukkan bahwa pembangunan menuntut ketelitian pada setiap proses, bukan sekadar percepatan.
Persiapan matang diperlukan agar pengecoran dapat dilakukan dengan baik sehingga struktur yang dihasilkan sesuai kebutuhan pembangunan.
Di tengah keterbatasan sarana dan medan, semangat gotong royong tetap menguat dengan personel TNI bersama masyarakat saling bahu-membahu.
Keterlibatan masyarakat terlihat dari bantuan dalam pendistribusian material hingga pekerjaan konstruksi yang dikerjakan bersama.
Tahapan abutment yang kini memasuki penguatan mal dan persiapan material pengecoran menandai kemajuan pembangunan menuju terbentuknya jembatan penghubung kedua desa.
Pekerjaan selanjutnya akan diarahkan pada pengecoran struktur setelah seluruh persiapan, termasuk pemasangan mal dan kesiapan material, dinilai memenuhi kebutuhan. (Pr012)
