September 6, 2026

TNI AD

Satu Helikopter Dilibatkan, Korem 101/Antasari dan Tim Gabungan Menekan Karhutla di Kalsel

BANJARMASIN – Pada Jumat, 21 Agustus 2026 prajurit Korem 101/Antasari bersama tim gabungan bergerak untuk menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di wilayah Kalimantan Selatan.

Penanganan dilakukan serentak di 17 titik api yang tersebar di Kabupaten Barito Kuala, Tanah Laut, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Utara, Balangan, Kota Banjarbaru, dan Kabupaten Banjar.

Perkiraan total luas lahan yang terbakar mencapai lebih dari 100 hektare, termasuk semak belukar, vegetasi galam, dan kebun sawit. Faktor pemicu utama adalah musim kering, tiupan angin kencang, dan kondisi gambut yang membuat api menyebar cepat serta sulit dipadamkan di bawah permukaan tanah.

Di Kabupaten Barito Kuala dan Balangan, pemadaman di Kelurahan Ulubenteng (±1,5 hektare) dan Desa Palingkau (±1 hektare) berhasil dikendalikan. Sedangkan di Desa Puntik Dalam (±0,4 hektare) serta wilayah HSU/Balangan seperti Desa Mawarsari (±0,7 hektare) dan Desa Pulau Damar (±10 hektare), petugas terus melakukan pembasahan (cooling down) untuk mengisolasi titik api di lahan gambut.

Untuk Kabupaten Tanah Laut, tim gabungan telah memadamkan titik api di Kelurahan Pelaihari (±2 hektare) dan Desa Tambang Ulang (±10 hektare), namun pemadaman di Desa Pagatan Besar, Kecamatan Takisung (±50 hektare) masih berlanjut karena angin kencang dan tidak adanya akses jalan menuju titik terjauh.

Di Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar, operasi menyasar 9 lokasi strategis seperti Liang Anggang, Gambut, Sungai Besar, dan lahan TNI di Sungai Ulin. Pengerahan meliputi armada darat berupa tangki air dan mesin alkon, serta dukungan 1 unit helikopter water bombing untuk menyekat pergerakan api.

Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, kobaran api di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang (±4 hektare) berhasil dipadamkan sepenuhnya oleh Tim Siaga Karhutla dan Satgas BPBD.

Secara keseluruhan tidak ada korban jiwa. Hambatan di lapangan antara lain minimnya sumber air, angin kencang, dan sulitnya akses medan. Hingga Jumat malam, personel Korem 101/Antasari bersama unsur terkait tetap siaga penuh di lapangan untuk pemantauan serta pendinginan guna memastikan titik api tidak kembali menyala.(Pr101).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *