Oktober 21, 2026

TNI AD

Tahap Pengecoran Fondasi Dimulai untuk 14 Jembatan Beton di Aceh Selatan

ACEH SELATAN – Pekerjaan pengecoran tapak atau abutmen fondasi kini dikerjakan pada beberapa titik dari total 14 jembatan beton yang ditangani Kodim 0107/Aceh Selatan, sebagai langkah penguatan struktur dasar sebelum konstruksi berlanjut, Sabtu (17/10/2026).

Letkol Inf Andrino D.N. Lubis, S.Sos., Dandim 0107/Aceh Selatan, mengatakan pembangunan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan personel TNI AD dan masyarakat setempat pada masing-masing lokasi. Ia menegaskan bahwa setiap tahapan selalu memperhatikan kualitas serta kebutuhan teknis konstruksi.

“Pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung program Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto, khususnya dalam meningkatkan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat. Saat ini, pekerjaan terus berjalan sesuai tahapan, termasuk pengecoran tapak atau abutmen fondasi di sejumlah titik,” jelas Dandim.

Dandim menekankan bahwa kualitas fondasi harus menjadi perhatian utama agar jembatan nanti aman dipakai dan memiliki manfaat jangka panjang.

“Kami ingin jembatan yang dibangun ini nantinya benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Bukan hanya mempermudah akses dan mobilitas warga, tetapi juga mendukung aktivitas perekonomian, pendidikan, serta berbagai kebutuhan sehari-hari,” tambahnya.

Ke-14 jembatan yang sedang dibangun tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Aceh Selatan.

Lokasinya meliputi Desa Bukit Gadeng (Kecamatan Kota Bahagia), Desa Kampung Tengoh (Kecamatan Bakongan), Desa Buluh Didi dan Desa Durian Kawan (Kecamatan Kluet Timur). Di Kecamatan Kluet Utara terdapat lima titik yakni Desa Alur Mas, Desa Gunung Polo, dan tiga titik di Desa Krueng Batu. Dua jembatan dibangun di Desa Jambo Papan, Kecamatan Kluet Tengah. Tiga titik lainnya masing-masing di Desa Lhok Sialang Rayeuk (Kecamatan Pasie Raja), Desa Air Sialang (Kecamatan Samadua), dan Desa Kemumu Seberang (Kecamatan Labuhanhaji Timur).

Personel TNI AD bersama masyarakat mengandalkan semangat gotong royong dalam proses pengerjaan untuk mendukung kelancaran pembangunan.

“Harapan kami, setelah selesai nanti, jembatan-jembatan ini dapat memperlancar hubungan antarwilayah, memudahkan masyarakat membawa hasil usaha, serta memberikan akses yang lebih baik bagi warga. Karena itu, kualitas pekerjaan dan semangat gotong royong harus terus dijaga,” tutupnya.

Pembangunan 14 jembatan beton ini diharapkan dapat memperkuat konektivitas antardesa, menunjang distribusi hasil usaha masyarakat, serta mempermudah akses menuju berbagai fasilitas yang dibutuhkan warga Aceh Selatan.(Pr012).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *